Oleh: Zainudin Zidan . Pemerintah telah mengizinkan pelaksanaan mudik masyarakat ke kampung halaman pada Idul Fitri 1443 H/2022. Kendati demikan, Pemudik diwajibkan untuk selalu taat Prokes hingga mengikuti vaksinasi booster karena masyarakat merupakan garda terdepan cegah lonjakan kasus Covid-19 pasca Idul Fitri sebagaimana
Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal menerapkan aturan vaksin booster sebagai syarat mobilitas. Namun, penerapan itu masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. "Tapi sekarang ini, ditetapkan wajib atau tidak oleh pemerintah untuk beraktivitas yuk kita ambil tanggung jawab, toh ini melindungi kita semua bukan," ujar Anies di
Kebijakanlarangan mudik dinilai sebagai upaya untuk menjaga tren positif penyebaran Covid-19 yang sudah mulai berangsur turun. Dalam sebulan terakhir, tren penambahan kasus harian konsisten menunjukkan penurunan, di mana sudah lebih dari dua pekan terakhir, angka kasus baru tidak pernah tembus 7.000 orang setiap harinya.
Erickmemberi contoh para petugas cleaning service dan security di Stasiun Senen Jakarta yang tidak ada yang mengambil cuti Lebaran 2022, semata untuk mendukung kelancaran program mudik gratis ini. Sebagai bentuk apresiasinya terhadap kiprah para petugas cleaning service dan security di Stasiun Pasar Senen, Erick menyerahkan bantuan 130 paket
. Kata penghubung antarkalimat yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah “namunâ€. Mari kita simak pembahasan berikut ini ya. Konjungsi ialah kata yang digunakan untuk menghubungkan satu unsur dengan unsur lain, baik antarkata, antarklausa, antarkalimat, maupun antarparagraf. Konjungsi disebut juga kata hubung. Salah satu jenis konjungsi ialah konjungsi pertentangan. Konjungsi pertentangan merupakan konjungsi yang menunjukkan makna pertentangan antara beberapa kondisi. Contoh namun, akan tetapi, tetapi, walaupun, dan sejenisnya. Berdasarkan penjelasan di atas, kata penghubung antarkalimat yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah “namunâ€. Kalimat tersebut mengandung makna pertentangan, yaitu “Mudik sebagai bentuk mobilitas dan “ Mudik sebagai budaya bangsa Dengan demikian, kata penghubung antarkalimat yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah “namunâ€. Semoga membantu ïŠ
Halo, Sara K. Terima kasih sudah bertanya ke Roboguru. Kakak bantu jawab ya Ÿ˜Š Konjungsi antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah "namun" dan "oleh karena itu". Untuk memahami alasannya, mari simak pembahasan berikut. Konjungsi antarkalimat merupakan konjungsi atau kata sambung yang menghubungkan antara kalimat satu dengan kalimat lain. Jenis-jenis konjungsi antarkalimat adalah sebagai berikut. 1 Menyatakan kesediaan melakukan sesuatu yang berbeda dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya, seperti biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun, demikian/begitu. 2 Menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya, seperti meskipun demikian/begitu, kemudian, sesudah itu, selanjutnya. 3 Menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya, seperti tambahan pula, lagi pula, selain itu. 4 Mengacu ke kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya, seperti sebaliknya. 5 Menyatakan keadaan sebenarnya, seperti sesungguhnya, bahwasanya. 6 Menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya, seperti malahan dan bahkan. 7 Menyatakan pertentangan dari keadaan sebelumnya, seperti namun dan akan tetapi. 8 Menyatakan konsekuensi, seperti dengan demikian. 9 Menyatakan sebab, seperti oleh karena itu dan oleh sebab itu. 10 Menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya, seperti sebelum itu. Konjungsi antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah "namun" dan "oleh karena itu". - Konjungsi antarkalimat 1 dan 2 adalah "namun". Kalimat 2 menyatakan pertentangan dari kalimat 1 yang menyatakan bahwa "mudik bukan sebagai bentuk mobilias semata". - Konjungsi antarkalimat 4 dan 5 adalah "oleh karena itu". Kalimat 5 menyatakan sebab dari peristiwa migrasi yang dinyatakan pada kalimat 4. Paragraf lengkapnya adalah sebagai berikut. 1 Mudik terjadi bukan sebagai bentuk mobilitas semata. 2 Namun, mudik sudah 5 menjadi budaya bangsa Indonesia. 3 Mudik merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak dahulu. 4 Fenomena mudik terjadi karena fenomena migrasi. 5 Oleh karena itu, setiap tahun fenomena mudik semakin bertambah seiring dengan jumlah migrasi ke kota-kota besar. Dengan demikian, konjungsi antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah "namun" dan "oleh karena itu". Semoga membantu ya Ÿ˜Š
1Mudik terjadi bukan sebagai bentuk mobilitas semata. 2 , mudik sudah menjadi budaya bangsa Indonesia. 3 Mudik merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak dahulu. 4 Fenomena mudik terjadi karena fenomena migrasi. 5 , setiap tahun fenomena mudik semakin bertambah seiring dengan jumlah migrasi ke kota-kota antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah? Selain itu, oleh sebab itu Sebaliknya, oleh karena itu Namun, oleh karena itu Akan tetapi, jadi Semua jawaban benar Sesuai, kunci jawaban yang paling tepat adalah C. Namun, oleh karena itu. Berdasarkan hasil vote dari 891 responden setuju jawaban C benar, dan 0 orang setuju jawaban C salah. 1Mudik terjadi bukan sebagai bentuk mobilitas semata. 2 , mudik sudah menjadi budaya bangsa Indonesia. 3 Mudik merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan masyarakat Indonesia sejak dahulu. 4 Fenomena mudik terjadi karena fenomena migrasi. 5 , setiap tahun fenomena mudik semakin bertambah seiring dengan jumlah migrasi ke kota-kota antarkalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah namun, oleh karena itu. Pembahasan dan Penjelasan Jawaban A. Selain itu, oleh sebab itu Dilihat dari pertanyaan dan jawaban saya pikir kurang tepat, jadi jawaban ini salah. Jawaban B. Sebaliknya, oleh karena itu Menurut saya, jawaban ini salah, karena jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan yang ada. Jawaban C. Namun, oleh karena itu Tarra, menurut saya, ini adalah jawaban yang benar, dan paling tepat untuk menjawab pertanyaan diatas. Jawaban D. Akan tetapi, jadi Jawaban ini salah, menurut saya jawaban ini tidak tepat untuk menjawab pertanyaan diatas, jadi ini jawaban yang salah.. Jawaban E. Semua jawaban benar Sesuai dengan pertanyaan diatas, jawaban pada pilihan ini kurang tepat, jadi jawaban ini salah.. Kesimpulan Berdasarkan Pembahasan dan Penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kunci jawaban yang paling tepat yaitu C. Namun, oleh karena itu Semoga jawaban dari kami bisa membantu kalian semua. Jika ada yang ditanyakan langsung di kolom komentar ya!. Terimakasih atas kunjungannya. Profil Penulis Update Terbaru
- Mudik merupakan contoh dari tindakan mobilitas penduduk di Indonesia. Kegiatan pulang kampung ini lazimnya berkaitan dengan tradisi tahunan menjelang hari raya, misalnya Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, ataupun Hari Raya Natal. Secara istilah, mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Alasannya, mobilitas penduduk dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak tersedia di daerah asalnya, sebagaimana dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial 2014 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mudik termasuk bagian dari mobilitas penduduk karena mencakup proses bepergian dari satu daerah ke daerah lainnya. Laman Sumber Belajar menuliskan bahwa mudik berasal dari bahasa Jawa ngoko, yaitu mulih dilik yang artinya pulang sebentar. Dalam hal ini, mudik diartikan sebagai tindakan pulang kampung oleh pekerja migran ke daerah asalnya sebelum atau saat liburan, umumnya bertepatan dengan hari raya keagamaan tertentu. Jenis-Jenis Mobilitas Penduduk Jika ditilik dari tinjauan sosiologi, mobilitas ini terbagi menjadi dua, yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Berikut penjelasannya sebagaimana ditulis Puji Raharjo dalam buku Sosiologi 2009 1. Mobilitas Vertikal Mobilitas vertikal adalah perpindahan kedudukan, kelas sosial, ekonomi, dan lain sebagainya dalam lingkup yang tak sederajat. Sebagai misal, seseorang yang berasal dari keluarga tak berpendidikan, kemudian ia memutuskan untuk kuliah. Usai lulus, ia bekerja di perusahaan multinasional. Dari kasus ini, ia sudah melakukan mobilitas vertikal dengan berpidahnya kelas sosial dan ekonominya. 2. Mobilitas Horizontal Mobilitas horizontal adalah perpindahan dari satu posisi ke posisi lainnya yang sederajat. Sebagai misal, mobilitas dari satu wilayah ke wilayah lainnya tergolong mobilitas horizontal. Perilaku mudik yang merupakan tradisi khas Indonesia termasuk dalam mobilitas horizontal. Pemudik berpulang kampung, umumnya dari kota ke desa untuk menghabiskan liburan bersama sanak famili. Dampak Positif dan Negatif dari Mudik Dalam uraian "Budaya Mudik" yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dijelaskan dampak-dampak mudik sebagai berikut 1. Dampak Positif Mudik Mudik memiliki manfaat, tidak hanya bagi pemudik, namun juga bagi orang-orang di kampung halamannya. Berikut dampak positif dari mudik Pemudik membawa dampak ekonomi yang positif. Dengan pulang kampung, lazimnya, mereka membawa uang atau sumber daya ekonomi lainnya yang dapat membantu memutar sistem perekonomian di daerah setempat. Silaturahmi antara pemudik dan keluarga di kampung halamannya bernilai penting untuk memperkuat rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan keutuhan kekerabatan. Mudik menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan karena dapat berkumpul dengan keluarga dan orang-orang kampung. Biasanya, orang-orang yang mudik memberi dampak psikologis yang baik. Kehidupan urban menuntut penduduknya untuk terus sibuk dan bermobiliasasi secara dinamis. Dengan mudik, ada perasaan tenang, santai, bahkan pengamalan agama menjadi meningkat. Peristiwa mudik dipandang sebagai pembaharuan hubungan sosial dengan masyarakat sekampung, yang berdampak positif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. 2. Dampak Negatif Mudik Selain dampak positifnya, mudik juga membawa pengaruh negatif sebagai berikut Konsumerisme, pamer kemewahan, boros dan berbagai perilaku yang tidak produktif. Orang yang merantau, dipandang oleh orang-orang kampung sebagai orang yang sukses. Karena itulah, untuk menunjukkan hal itu, kadang kala muncul perilaku-perilaku di atas. Sumber daya ekonomi maupun modal lainnya yang dibawa pemudik kadang kala mengundang cemburu dan iri hati para penduduk kampung. Terakhir, mudik juga dapat memacu urbanisasi dan migrasi. Orang kampung yang merasa tidak beruntung, kemudian melihat kesuksesan perantau, maka ia pun berniat juga mengadu nasib ke kota yang kemudian memacu urbanisasi. Baca juga Pembentukan Kepribadian Menurut Ilmu Sosiologi & Faktor Pengaruhnya Pengertian Teori Konflik Klasik dan Modern Menurut Ahli Sosiologi - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Yulaika Ramadhani
mudik terjadi bukan sebagai bentuk mobilitas semata